Langsung ke konten utama

Hukum Memotong Sedikit Jenggot untuk Merapikannya ?

 Kita telah mengetahui bahwa banyak sekali hadis-hadis Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang melarang memotong jenggot. 

Dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Bedakan diri kalian dengan orang-orang Musyrikin, lebatkanlah jenggot dan pendekkanlah kumis” (HR. Bukhari no. 5892, Muslim no. 259).

Dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Pendekkanlah kumis dan biarkanlah jenggot” (HR. Bukhari no. 5893, Muslim no. 259).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Pendekkanlah kumis dan panjangkanlah jenggot. Bedakan diri kalian dengan orang-orang Majusi” (HR. Muslim no. 260).

Dan hadis-hadis lainnya yang sangat banyak. Dan para ulama sepakat bahwa memotong habis jenggot hukumnya haram. Ibnu Hazm rahimahullah mengatakan:

“Para ulama sepakat bahwa memangkas habis jenggot adalah sebuah maksiat, tidak diperbolehkan” (Maratibul Ijma’, 120). Syaikh Ali Mahfuzh, seorang ulama dari Universitas Al-Azhar, dalam kitab Al-Ibda’ fi Madharil Ibtida’ mengatakan: “Ulama mazhab yang empat sepakat tentang wajibnya memanjangkan jenggot dan haramnya memangkas habis jenggot” (dinukil dari Kasyful Bida’ war Radd ‘alal Luma‘, 119).

Sumber : https://konsultasisyariah.com/43608-hukum-memotong-sedikit-jenggot-untuk- 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUKU

Benarkah wahabi sesat ?

  Al Lajnah Ad Daimah, Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa di Saudi Arabia ditanya, “ Siapakah wahabiyah? ” Jawaban para ulama yang duduk di Al Lajnah Ad Daimah, Wahabiyah adalah kata yang dimunculkan oleh para penentang dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah . Padahal Syaikh rahimahullah berdakwah untuk memurnikan tauhid dari berbagai macam kesyirikan. Beliau ingin menghapus berbagai macam cara beragama di luar yang dituntunkan oleh  Nabi kita Muhammad bin Abdillah shallallahu ‘alaihi wa sallam . Maksud dari pemunculan nama ini sebenarnya adalah untuk menjauhkan dan menghalangi manusia dari dakwah beliau. Namun usaha semacam ini tidaklah membahayakan dakwah beliau. Bahkan dakwah beliau semakin tersebar di berbagai penjuru dunia dan semakin dicintai. Di antara mereka yang diberi taufik oleh Allah untuk mengenal dakwah beliau, mereka melakukan penelitian lebih lanjut tentang hakikat dakwah beliau, mereka pun membelanya, karena beliau selalu bersandar pada dalil...

Untuk apa Allah menurunkan Al Qur'an ?

Allah menurunkan Al-Qur'an agar kita mengamalkannya. Allah ta'ala berfirman yang  artinya, “Ikutilah apa yang telah diturunkan kepada kalian dari Rabb kalian." (QS. Al-A'raf: 3). Dan Nabi  shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “ Bacalah Al-Qur'an, beramallah dengannya, dan janganlah kalian mencari makan dengannya. " (Sahih riwayat Ahmad ). sumber :  Ambillah aqidahmu dari al Qur'an dan as Sunnah yang shahih (Ebook) , karya Muhammad Jamil Zainu, ( https://drive.google.com/file/d/1J7RTnLtiTy0KzmNdY3x01lHyGVutmJ6A/view?usp=sharing  )