Langsung ke konten utama

Postingan

Tidak Maulid, Apakah Tidak Cinta Nabi ?

MAULID NABI MENURUT 4 MAZHAB Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=XbyRKYwpVDo PERAYAAN MAULID NABI DALAM TINJAUAN  [1]     Kahuilah wahai saudaraku -semoga Alloh memberi pemahaman kepadamu- bahwa perayaan maulid Nabi tidaklah dikenal di zaman Nabi r, para sahabat, para tabiin dan tabi’ut tabiin. Dan tidak dikenal oleh Imam-imam madzhab: Abu Hanifah, Malik, Ahmad, dan Syafi’i sekalipun karena memang perayaan ini adalah perkara baru (baca: bid’ah).     Adapun orang yang pertama kali mengadakannya adalah Bani Ubaid Al-Qaddakh yang menamai diri mereka dengan “Fathimiyyun”. Mereka memasuki kota Mesir tahun 362 H. Dari sinilah kemudian mulai tumbuh berkembang perayaan maulid secara umum dan maulid Nabi secara khusus.     Imam Abu Hafsh Tajuddin Al-Fakihani berkata, “Amma ba’du, banyak muncul pertanyaan dari saudara-saudara kami tentang perkumpulan yang biasa diamalkan sebagian manusia pada bulan Rabi’ul Awal, yang mereka na...
Postingan terbaru

MENGAPA DOSA BID'AH LEBIH BESAR DARI MAKSIAT ?

  MENGAPA DOSA BID'AH LEBIH BESAR DARI MAKSIAT Sufyan ats Tsauri mengatakan,  “Bid’ah itu lebih disukai Iblis dibandingkan dengan maksiat biasa. Karena pelaku maksiat itu lebih mudah bertaubat. Sedangkan pelaku bid’ah itu sulit bertaubat” . Dalam sebuah atsar (perkataan salaf) Iblis berkata, “Kubinasakan anak keturunan Adam dengan dosa namun mereka membalas membinasakanku dengan istighfar dan ucapan la ilaha illallah. Setelah kuketahui hal tersebut maka kusebarkan di tengah-tengah mereka hawa nafsu (baca: bid’ah). Akhirnya mereka berbuat dosa namun tidak mau bertaubat karena mereka merasa sedang berbuat bai k ” [lihat al Jawab al Kafi 58, 149-150 dan al I’tisham 2/62]. [Dari  Referensi https://konsultasisyariah.com/1123-mengapa-dosa-bidah-lebih-besar-dari-maksiat.html] AGAMA ISLAM TELAH SEMPURNA Saudaraku, perlu kita ketahui bersama bahwa berdasarkan kesepakatan kaum muslimin, agama Islam ini telah sempurna sehingga tidak perlu adanya penambahan atau pengurangan dari ajar...

Apa Makna Syahadat Muhammad Rasulullah ?

Makna syahadat Muhammadan Rasulullah Muhammadan Rasulullah berarti “Muhammad adalah utusan Allah.” Dengan mengucapkan kalimat ini, seorang muslim mengakui bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah utusan Allah yang terakhir dan penutup para nabi. Konsekuensi dari syahadat ini adalah mengikuti ajaran dan sunah Rasulullah dalam setiap aspek kehidupan, terutama dalam peribadatan kepada Allah. Sebagaimana umumnya, diketahui dari banyak dalil-dalil sahih bahwa syarat diterimanya ibadah ada dua, yaitu: ikhlas dan ittiba ’. Terkait dengan ittiba ’, Allah Ta’ala mewajibkan kita untuk menjadikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai sosok teladan yang diikuti. Allah Ta’ala berfirman, مَّن يُطِعِ ٱلرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ ٱللَّهَ ۖ وَمَن تَوَلَّىٰ فَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا “ Barangsiapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemeliha...

Hukum Celana Di Bawah Mata Kaki

  Dari Ibnu Umar  radhiyallahu ‘anhuma , Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, “ Allah tidak akan melihat kepada orang yang menyeret pakaianya dalam keadaan sombong .” (HR. Muslim no. 5574). Dari Ibnu Umar  radhiyallahu ‘anhuma  juga, Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda,“ Sesungguhnya orang yang menyeret pakaiannya dengan sombong, Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat .” (HR. Muslim no. 5576) Masih banyak lafazh yang serupa dengan dua hadits di atas dalam  Shohih Muslim . Dari Abu Dzar, Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, “ Ada tiga orang yang tidak diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat nanti, tidak dipandang, dan tidak disucikan serta bagi mereka siksaan yang pedih. ” Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  menyebut tiga kali perkataan ini. Lalu Abu Dzar berkata,“ Mereka sangat celaka dan merugi. Siapa mereka, Ya Rasulullah? ” Rasulullah  shallalla...

Hukum Memotong Sedikit Jenggot untuk Merapikannya ?

  Kita telah mengetahui bahwa banyak sekali hadis-hadis Rasulullah  shallallahu’alaihi wa sallam  yang melarang memotong jenggot.  Dari Ibnu Umar  radhiyallahu’anhuma , Nabi  shallallahu’alaihi wa sallam  bersabda: “Bedakan diri kalian dengan orang-orang Musyrikin, lebatkanlah jenggot dan pendekkanlah kumis”  (HR. Bukhari no. 5892, Muslim no. 259). Dari Ibnu Umar  radhiyallahu’anhuma , Nabi  shallallahu’alaihi wa sallam  bersabda: “Pendekkanlah kumis dan biarkanlah jenggot”  (HR. Bukhari no. 5893, Muslim no. 259). Dari Abu Hurairah  radhiyallahu’anhu , Nabi  shallallahu’alaihi wa sallam  bersabda: “Pendekkanlah kumis dan panjangkanlah jenggot. Bedakan diri kalian dengan orang-orang Majusi”  (HR. Muslim no. 260). Dan hadis-hadis lainnya yang sangat banyak. Dan para ulama sepakat bahwa  memotong habis   jenggot  hukumnya haram. Ibnu Hazm  rahimahullah  mengatakan: “Para u...

Benarkah wahabi sesat ?

  Al Lajnah Ad Daimah, Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa di Saudi Arabia ditanya, “ Siapakah wahabiyah? ” Jawaban para ulama yang duduk di Al Lajnah Ad Daimah, Wahabiyah adalah kata yang dimunculkan oleh para penentang dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah . Padahal Syaikh rahimahullah berdakwah untuk memurnikan tauhid dari berbagai macam kesyirikan. Beliau ingin menghapus berbagai macam cara beragama di luar yang dituntunkan oleh  Nabi kita Muhammad bin Abdillah shallallahu ‘alaihi wa sallam . Maksud dari pemunculan nama ini sebenarnya adalah untuk menjauhkan dan menghalangi manusia dari dakwah beliau. Namun usaha semacam ini tidaklah membahayakan dakwah beliau. Bahkan dakwah beliau semakin tersebar di berbagai penjuru dunia dan semakin dicintai. Di antara mereka yang diberi taufik oleh Allah untuk mengenal dakwah beliau, mereka melakukan penelitian lebih lanjut tentang hakikat dakwah beliau, mereka pun membelanya, karena beliau selalu bersandar pada dalil...

Apakah kita boleh mendahulukan suatu ucapan di atas perkataan Allah dan RasulNya?

 Kita tidak boleh mendahulukan suatu ucapan di atas perkataan Allah dan RasulNya berdasarkan firman Allah ta'ala yang artinya, “ Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mendahului Allah dan RasulNya. " (QS. Al-Hujurat: 1). Dan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah." (Sahih riwayat Ath-Thabrani). Dan ucapan Ibnu Abbas, “Aku khawatir jangan-jangan batu dari langit akan menghujani kalian. Aku mengatakan kepada kalian: Rasulullah bersabda, kalian malah mengatakan: Abu Bakr dan 'Umar berkata.” sumber : Ambillah aqidahmu dari al Qur'an dan as Sunnah yang shahih (Ebook) , karya Muhammad Jamil Zainu, ( https://drive.google.com/file/d/1J7RTnLtiTy0KzmNdY3x01lHyGVutmJ6A/view?usp=sharing )